This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label mantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mantan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2016

Bakar Mobil Mantan Lalu Ditangkap?


Semarah dan sejengkel apapun kita dengan sang mantan, sangat disarankan agar kita semua tetap sabar, tenang dan tak melakukan hal konyol kepada mantan. Bukan karena kita lemah, bersabar dan tenang justru akan membuat kita baik-baik saja.

Kita pun juga bisa meminimalisir terjadinya pertengkaran yang lebih hebat ke depannya. Jangan sampai, karena kesal dengan mantan, kita lantas berbuat nekat dan merugikan diri sendiri maupun orang lain seperti halnya yang dilakukan seorang gadis asal Florida berikut ini.

Dikutip dari laman asiantown.net, gadis bernama Carmen Chamblee (19) baru saja ditangkap dan harus mempertanggungjawabkan kesalahannya di kantor polisi setempat setelah ia tertangkap basah membakar sebuah mobil sedan warna putih di tepi jalan dekat Clearwater. Saat ditangkap dan dimintai keterangan, ia mengaku bahwa ia membakar mobil karena ia kesal dengan pemilik mobil yang diyakini sebagai mantan kekasihnya.

Padahal nih ya, mobil tersebut bukan milik mantan kekasih Carmen. Orang yang memiliki mobil tersebut mengaku bahwa ia sama sekali tidak mengenal Carmen. Bertemu dengan gadis tersebut bahkan baru saja ia alami setelah mobilnya dibakar olehnya. Pemilik mobil yang bernama Thomas Jennings mengaku bahwa ia benar-benar tidak tahu siapa gadis yang membakar mobilnya. Sebelumnya, mereka juga tak pernah memiliki hubungan apapun.


Dari beberapa laporan yang ada, Jennings mengetahui mobilnya telah dibakar saat kedua temannya memberi tahu dia bahwa mobilnya yang sedang diparkir telah dibakar. Kedua teman itu pun segera berlari ke kamar mandi dan mengambil air di ember untuk memadamkan api. Sayang, api terus membesar dan membuat bagian belakang mobil rusak parah.

Sementara itu, penyidik yang melakukan penyelidikan kasus ini mengatakan bahwa Carmen melakukan pembakaran mobil dengan sengaja. Dalam video cctv yang merekam aksinya, ia diketahui meletakkan kain yang telah dibakar ke tangki mobil. Api di kain inilah yang kemudian menjalar ke bagian belakang mobil. Kini, polisi masih menyelidiki lagi kasus ini dan mencari tahu motif pembakaran mobil oleh Carmen.


Kisah ini tentunya bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk tidak main kasar dan membicarakan dengan baik setiap kali kita mengalami masalah dengan pasangan atau kekasih. Jangan sampai, karena kita egois dan dipenuhi emosi, kita melakukan hal-hal yang bisa merugikan orang lain juga diri sendiri. Kita semua tentu berharap bahwa insiden seperti ini tak pernah terjadi lagi.

Minggu, 21 Agustus 2016

Peraturan Sekolah Seharian


Menteri Pendidikan dan kebudayaan menggagas kebijakan yang kemudian menimbulkan kontrovensi. Mantan rekor Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) itu melontarkan gagasan sekolah seharian (full day school). Menurut Mendikbud Muhadjir, gagasan itu merupakan terjemahan dari Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya dalam upaya menanamkan pendidikan karakter dan budi pekerti pada siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Gagasan tersebut dikira masih ide awal di benak sang menteri berdasarkan pengalamannya pada lingkungan yang homogen, Muhadjir lupa bahwa dia adalah seorang menteri sehingga setiap ucapannya pasti menarik perhatian publik. Saat melontarkan ide sekolah harian, publik langsung bereaksi. Apalagi, kondisi pendidikan nasional masih jauh dari harapan, meski anggaran pendidikan meningakat signifikan,

Ada kalangan yang mendukung ide Mendikbud tetapi jauh lebih banyak yang menilaknya. Memang benar bahwa program ini akan meminimalisis anak-anak untuk keluyuran yang bisa memancing perkelahian pelajar hingga terjerumus pada narkoba dan pergaulan bebas. Namun hal ini sulit diwujudkan mengingar sarana dan prasarana sekolah kurang memadai, guru yang belum sepenuhnya menjadi pendidik serta latar belakang kehidupan anak dan keluarga yang berbeda-beda.

Bagi anak-anak kota yang ditinggal orang tua seharian mungkin hal ini patut di pertimbangkan. Namun, bagi sebagian besar anak di perdesaan sekolah seharian patut dipertimbangkan. Namun, bagi sebagian besar anak di perdesaan yang tetap harus bersosialisai dengan sebayanya di lingkungan tempat tinggal dan juga berkumpul bersama keluarga dalam jangka waktu yang cukup.

Tak hanya itu, dengan seharian berada di sekolah, perlu dipikirkan juga makan siang, camilan, serta pakaian ganti anak. Kalau semua itu harus dipersiapkan orangtua murid, kita yakin ada yang keberatan karena prebedaan kemampuan ekonomi.

Demikian juga dengan guru yang harus seharian berada di sekolah akan memangkas waktu mereka berkumpul bersama keluarga serta mempersiapkan materi pelajaran untuk keesokan hari, Bagi para guru yang belum mendapat penghasilan memadai, waktu untuk bekerja di luar profesi guru menjadi berkuarang,